, ,

Hmmm…Jaksa Tuntut Maria Roslin Empat Tahun Penjara

FOTO : Ilustrasi

TEROPONGNTT, KUPANG – Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Flotim, Fredik Bere, SH menuntut agar majelis hakim menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada terdakwa Maria Roslin Marosa Koten. JPU menilai, terdakwa Maria Roslin Marosa Koten terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus kwitansi fiktif dana pembelanjaan Dinas KB dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Flotim tahun 2014-2015.

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Flotim, Fredik Bere, SH menyampaikan tuntutannya dalam sidang kasus korupsi kuitansi fiktif yang digelar di Pengadilan Tipikor Kupang, Rabu (30/11/2016) siang. Sidang kasus korupsi ini dipimpin ketua majelis hakim, Fransiska Paula Nino, SH didampingi hakim anggota, Jemmy Tanjung, SH dan Yelmi, SH. Sementara terdakwa Maria Roslin Marosa Koten didampingi penasihat hukumnya,Angri Fah, SH.

Menurut JPU, tindakan terdakwa Maria Roslin membuat kuitansi fiktif merupakan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 3 jo Pasal 18 Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang- Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Perbuatan terdakwa Maria Roslin, dinilai bertujuan untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan menyalahgunakan kewenangan atau sarana yang ada padanya sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Selain dituntut empat tahun penjara, JPU juga menuntut agar terdakwa Maria Rosli membayar denda sebesar Rp 50 juta dengan subsidair 3 bulan penjara serta membayar uang pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp 184 juta dengan subsidair dua tahun penjara.

Tindakan korupsi yang dilakukan terdakwa Maria Roslin Marosa Koten, kata JPU, adalah membuat kwitansi fiktif dalam pembelanjaan di Dinas KB dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Flotim. Belanja yang difiktifkan terdakwa berupa belanja ATK, suku cadang dan beberapa belanja lainnya pada dinas tersebut. Bahkan, ada belanja yang tidak dilakukan sama sekali namun dibuatkan kwitansi palsu oleh terdakwa. (nia)

Komentar Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *